Gelar Studi Tiru ke Jateng, KORMI DIY Terus Maksimalkan Program Pemassalan Olahraga Masyarakat
Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin gemar berolahraga demi menjaga tingkat kesehatan. Demi terus memasyarakatkan kegiatan olahraga di wilayahnya, KORMI DIY menggelar kegiatan studi komparasi ke KORMI Jawa Tengah demi mendiskusikan program-program yang dapat di adopsi.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat KORMI DIY, Kompleks Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (14/12/2025), rombongan KORMI DIY banyak menanyakan program-program yang selama ini telah dijalankan oleh KORMI Jateng. Pasalnya KORMI Jateng dinilai sudah berjalan dengan baik dalam memasyarakatkan olahraga kepada warganya meski memiliki luasan wilayah yang jauh lebih besar dibandingkn DIY.
Ketua KORMI DIY, Drs R Kadarmanta Baskara Aji mengaku, dengan jumlah kabupaten dan kota yang mencapai 35 kabupaten/kota dan ini berkali-kali lipat dibandingkan DIY yang hanya memiliki 5 kabupaten/kota, pengelolan program pembinaan olahraga masyarakat jelas jauh lenih kompleks. "Karena itulah, kami menggelar kegiatan ini karena kami ingin belajar dari Jawa Tengah untuk program-programnya. Selama ini sudah menggelar event apa saja atau apa saja programnya," terangnya.
Selain program, dalam kesempaan tersebut Baskara Aji juga menanyakan mengenai pola pembiayaan kegiatan selama ini telah dijalankan oleh KORMI Jateng. "Kami mendengat pemasyarakatan olahraga di Jateng sudah sampai ke tingkat desa, nah ini yang ingin kami diskusikan bersama tentang pola yang diterapkan. Karena di DIY baru sampai tingkat kecamatan. Untuk yang sampai desa ini, sumber pembiayaan seperti apa," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris I KORMI DIY, Danang Agus Yuniarto MOr yang turut mendampingi rombongan turut menanyakan mengenai anggaran yang diterima oleh KORMI Jateng untuk setiap tahun anggarannya. "Besarannya berapa dan modelnya yang diberikan ke setiap induk organisasi olahraga seperti apa? Apakah paket atau mengikuti proposal kebutuhan dari Inorga," paparnya.
Atas kunjungan dan sejumlah pertanyaan dalam diskusi bersama KORMI DIY ini, Ketua KORMI Jateng, Edi Purwanto SPd MPd menerangkan, selama ini untuk program pemasyarakatan olahraga di wilayahnya telah dilakukan dengan sejumlah kegiatan. Diantara kegiatan-kegiatan pemasyarakat olahraga kepada seluruh lapisan masyarakat diantaranya adalah dengan menggelar Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) dan Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten/Kota (Forkab/Forkot).
Dengan 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng, Edi mengaku untuk pola pelakanaan kegiatan selama ini memang masih mengikuti anggaran yang disiapkan oleh masing-masing kabupaten/kota kepada KORMI masing-masing daerah. "Untuk Forda, memang anggaran pelaksanaannya ditanggung oleh Pemprov, namun untuk Forkab/Forkot memang masih mengikuti ketersediaan anggaran di masing-masing KORMI, karena belum semuanya dapat hibah," paparnya.
Selain melalui kegiatan Forda dan Forkab/Forkot, untuk pemassalan olahraga masyarakat, selama ini KORMI Jateng juga menggunakan sejumlah kegiatan yang sudah rutin digelar oleh pemerintah, seperti ikut dalam event car free day hingga KORMI goes to school. "Saat ini kami sudah memiliki 68 Inorga. Dan pemassalan ini berjalan dengan sukses dan membuat kami bisa mengirimkan 860 pegiat saat Fornas lalu, dimana sebagian besar berangkat secara mandiri karena yang mendapat dukungan pemberangkatan hanya 250 pegiat" ujarnya.
Tak hanya itu, karena luas wilayah di Jateng sangat besar, ada salah satu KORMI kabupaten yang telah memulai pengenalan Inorga dengan menjalankan program satu desa satu instruktur. "Program satu desa satu instruktur sudah dijalankan di Kabupaten Brebes dan ini sangat bagus dalam pengenalan ke masyarakat untuk olahraga kesehatan dan kebugaran. Ini kami lakukan karena ingin terus melakukan perkenalan ke masyarakat agar anggotanya nanti bisa lintas usia," tandasnya.
