KORMI DIY Gelar Tes Kebugaran Massal, Jadi Rujukan Tingkat Kebugaran Masyarakat DIY
- dibaca 115x
- Olahraga
- 25 April 2026 - 15:42
Komite Olahraga Masyarakat Indonesia atau KORMI DIY menggelar tes kebugaran bagi para pegiat olahraga dari berbagai Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang telah resmi menjadi anggota KORMI DIY. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Mandala Krida pada Sabtu (25/4/2026) tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kelompok usia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KORMI DIY dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan kebugaran masyarakat melalui olahraga masyarakat yang terukur dan berkelanjutan. Selain sebagai sarana evaluasi kesehatan, hasil tes kebugaran ini juga diharapkan dapat menjadi data rujukan tingkat kebugaran masyarakat DIY hingga tingkat nasional.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia, R Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa pelaksanaan tes kebugaran ini merupakan langkah nyata untuk mengetahui kondisi kebugaran masyarakat secara lebih komprehensif dan berkesinambungan. (oq)
“Tes kebugaran ini menjadi salah satu upaya kami untuk memantau tingkat kebugaran masyarakat DIY. Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi gambaran nyata kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menjadi referensi data di tingkat nasional,” ujarnya di sela kegiatan.
Sebanyak 200 peserta dari berbagai Inorga anggota KORMI DIY mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan dan kebugaran. Menariknya, peserta yang dilibatkan memiliki rentang usia yang sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Variasi usia tersebut dinilai mampu memberikan gambaran yang lebih valid mengenai kondisi kebugaran masyarakat DIY secara menyeluruh.
“Kami sengaja menghadirkan peserta dari berbagai kelompok usia. Dengan demikian, data yang diperoleh akan lebih representatif untuk menggambarkan kondisi kebugaran masyarakat DIY dari usia muda hingga lanjut usia,” tambah Baskara Aji.
Dalam pelaksanaannya, KORMI DIY menggandeng berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan kebugaran masyarakat. Di antaranya adalah Puskesmas Gondokusuman, Puskesmas Umbulharjo, Laboratorium Klinik Paramita, RS Hermina, serta dukungan akademisi dari FIKK UNY.
Perwakilan dari FIKK UNY, Dr Saryono menjelaskan bahwa peserta menjalani berbagai jenis pemeriksaan kesehatan, seperti tes gula darah, kolesterol, hemoglobin (HB), pengukuran tinggi dan berat badan, hingga tes kebugaran menggunakan metode Rockport.
“Tes Rockport dilakukan dengan jalan cepat sejauh 1 mil atau sekitar 1,6 kilometer mengelilingi lintasan atletik sebanyak empat putaran. Tes ini digunakan untuk mengukur daya tahan kardiorespirasi peserta,” jelasnya.
Menariknya, pelaksanaan tes kebugaran kali ini telah memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi SIPGAR yang dapat dioperasikan menggunakan gadget atau telepon pintar. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu mempermudah proses pelaksanaan dan pencatatan hasil tes kebugaran.
“Ke depan kami berharap Inorga maupun KORMI kabupaten/kota dapat melaksanakan tes kebugaran secara mandiri di wilayah dan komunitas masing-masing dengan memanfaatkan aplikasi SIPGAR,” tambahnya.
Melihat tingginya antusiasme peserta dan respon positif dari berbagai Inorga, KORMI DIY berencana menjadikan kegiatan tes kebugaran ini sebagai agenda rutin tahunan. Dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, diharapkan pemantauan tingkat kebugaran masyarakat DIY dapat dilakukan secara konsisten sehingga mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif.
