KORMI DIY Perluas Kolaborasi Strategis dan Perkuat Keanggotaan untuk Tingkatkan Kebugaran Masyarakat
BANTUL – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan langkah progresif dalam mengembangkan olahraga masyarakat melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan perluasan keanggotaan organisasi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KORMI DIY dengan dua institusi kesehatan terkemuka, yakni RS Hermina dan Laboratorium Klinik Pramita. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di Kantor KORMI DIY yang berlokasi di Kompleks Olahraga Sorowajan, Bantul, pada Rabu (22/4/2026).
Ketua KORMI DIY, R Kadarmanta Baskara Aji, menegaskan bahwa sinergi dengan sektor kesehatan merupakan langkah strategis dalam memperkuat dampak program olahraga masyarakat yang selama ini dijalankan. Menurutnya, olahraga tidak dapat dipisahkan dari aspek kesehatan, sehingga dukungan dari institusi medis menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
“Selama ini KORMI DIY secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga masyarakat yang melibatkan berbagai kalangan. Dengan adanya kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan tersebut juga didukung oleh layanan kesehatan yang memadai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Baskara Aji.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan RS Hermina difokuskan pada penyediaan layanan rujukan kesehatan, khususnya dalam mendukung kegiatan-kegiatan KORMI DIY yang terintegrasi dengan program BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran rumah sakit rujukan ini dinilai penting untuk memberikan jaminan keamanan dan penanganan medis yang cepat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan event olahraga masyarakat.
Sementara itu, kerja sama dengan Laboratorium Klinik Pramita memberikan nilai tambah bagi para pegiat olahraga masyarakat yang tergabung dalam KORMI DIY. Melalui kerja sama ini, seluruh anggota KORMI dan Inorga mendapatkan fasilitas potongan harga untuk berbagai layanan pemeriksaan kesehatan. Hal ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang aktif dalam kegiatan fisik.
“Dengan adanya dukungan dari Laboratorium Klinik Pramita, kami berharap para anggota KORMI semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan rutin menjadi penting agar aktivitas olahraga yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.
Selain memperkuat kerja sama eksternal, KORMI DIY juga terus melakukan konsolidasi internal organisasi. Salah satunya melalui penambahan jumlah anggota Inorga sebagai upaya memperluas jangkauan gerakan olahraga masyarakat. Berdasarkan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang telah dilaksanakan sebelumnya, jumlah anggota KORMI DIY kini bertambah menjadi 40 Inorga.
Lima organisasi baru yang resmi bergabung terdiri dari Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI), Perkumpulan Olahraga Kebugaran Indonesia (ORKI), Indonesia Off-Road Federation (IOF), Lempar Pisau Kreasi Nasional (Lempiknas), serta Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK). Keberagaman jenis olahraga dari anggota baru ini dinilai akan semakin memperkaya pilihan aktivitas olahraga masyarakat di DIY.
Dari lima Inorga tersebut, empat di antaranya telah ditetapkan sebagai anggota penuh, sementara satu organisasi masih berstatus sebagai anggota sementara karena masih dalam proses melengkapi persyaratan administratif. Meski demikian, seluruh anggota baru diharapkan dapat segera berkontribusi aktif dalam berbagai program dan kegiatan KORMI DIY.
Baskara Aji menambahkan bahwa bertambahnya jumlah anggota menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap peran KORMI sebagai wadah olahraga berbasis komunitas. Hal ini juga menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi dan kebugaran semakin tinggi.
“Kami optimistis dengan semakin banyaknya Inorga yang bergabung, maka gerakan olahraga masyarakat akan semakin masif. Setiap organisasi memiliki karakteristik dan segmen masing-masing, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, KORMI DIY berencana untuk terus memperluas jejaring kerja sama, tidak hanya dengan institusi kesehatan, tetapi juga dengan berbagai pihak lain seperti dunia pendidikan, sektor swasta, serta komunitas lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga masyarakat yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.
Selain itu, KORMI DIY juga akan terus mendorong peningkatan kualitas program melalui inovasi kegiatan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di setiap Inorga. Langkah ini sejalan dengan visi besar untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara organisasi, mitra, dan masyarakat, KORMI DIY optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat DIY yang sehat, bugar, dan produktif. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia yang unggul di era modern.
