KORMI DIY Terima Kunjungan Studi Banding KORMI Murung Raya, Perkuat Sinergi dan Pengembangan Olahraga Masyarakat
Bantul, 2 Desember 2025 — Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari KORMI Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, di Kantor Sekretariat KORMI DIY, Sorowajan, Bantul. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (2/12/2025) ini diikuti 11 personel KORMI Murung Raya yang dipimpin oleh Penasehat Muslim Mualim bersama Sekretaris Umum Fakhrul Rozi, SHut., MM. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum KORMI DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, yang hadir bersama sejumlah pengurus harian.
Dalam kesempatan tersebut, KORMI Murung Raya menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari sistem pembinaan, mekanisme organisasi, hingga tata kelola kegiatan yang telah diterapkan oleh KORMI DIY. Sebagai organisasi yang masih baru berkembang, KORMI Murung Raya menilai DIY sebagai salah satu daerah yang sukses memasyarakatkan olahraga rekreasi dan aktif mengembangkan berbagai cabang olahraga berbasis komunitas. Karena itu, mereka berharap dapat mengadopsi langkah-langkah strategis yang telah dilakukan DIY dalam memperkuat Inorga dan menjalin hubungan dengan berbagai komunitas olahraga.
Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan yang diajukan terkait pengembangan organisasi, pembinaan olahraga, serta proses penjaringan anggota baru. KORMI Murung Raya juga meminta penjelasan mengenai landasan hukum dan mekanisme pemberian dana hibah berulang bagi KORMI daerah, mengingat isu tersebut menjadi perhatian bagi mereka dalam menjalankan program dan kebutuhan kelembagaan. Mereka menilai pengalaman DIY yang sudah lebih matang dapat menjadi contoh dalam mengelola pendanaan secara akuntabel dan berkelanjutan.
Ketua Umum KORMI DIY, Baskara Aji, dalam paparannya menyampaikan bahwa KORMI DIY saat ini telah menaungi 35 Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (Inorga) yang aktif di berbagai kabupaten dan kota. DIY juga secara konsisten berpartisipasi dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) dan berhasil meraih sejumlah prestasi, menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah. Aji menekankan bahwa penguatan komunitas dan kolaborasi antar-Inorga menjadi kunci keberhasilan dalam menggerakkan minat masyarakat untuk terus beraktivitas melalui olahraga rekreasi.
Selain berbicara mengenai pembinaan, jajaran pengurus KORMI DIY juga menjelaskan strategi sosialisasi yang secara rutin dilakukan kepada masyarakat, termasuk melalui penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA). Kegiatan tahunan ini menjadi ruang bagi seluruh Inorga untuk menampilkan olahraga masing-masing, menarik minat anggota baru, sekaligus memperkuat kebersamaan antar-komunitas. Melalui FORDA, KORMI DIY berupaya memastikan bahwa olahraga masyarakat tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu menjadi budaya sehat di seluruh wilayah DIY.
Dalam diskusi tersebut, Kabid Organisasi KORMI DIY, Nolik Maryono, BSc, turut memaparkan persyaratan bagi organisasi olahraga masyarakat yang ingin menjadi anggota KORMI DIY. Syarat tersebut antara lain telah menjadi atau sedang dalam proses menjadi anggota KORMI nasional, serta memiliki kepengurusan aktif minimal di tiga kabupaten/kota se-DIY. Persyaratan ini diterapkan untuk memastikan bahwa organisasi yang bergabung benar-benar memiliki struktur yang kuat, anggota yang aktif, serta mampu menjalankan program secara berkelanjutan.
Kegiatan studi banding ini diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan foto bersama. Baik KORMI DIY maupun KORMI Murung Raya sepakat untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama antar-daerah, sebagai upaya memperkuat peran olahraga masyarakat dalam meningkatkan kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi yang lebih luas antara kedua organisasi dalam pengembangan olahraga rekreasi di masa mendatang.
