FORDA II DIY 2026 Belum Resmi Dibuka, Sleman Langsung Borong 2 Emas dari Inorga Pelangi
BANTUL – Kontingen Kabupaten Sleman langsung menunjukkan dominasinya pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Daerah (Forda) II Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Meski perhelatan dua tahunan tersebut baru akan dibuka secara resmi pada 4–5 Juli 2026 mendatang, pegiat olahraga masyarakat dari “Bumi Sembada” sukses mengawali perburuan medali dengan raihan dua medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu dari cabang yang dipertandingkan oleh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Perkumpulan Pelayang Indonesia (Pelangi).
Perlombaan Inorga Pelangi digelar lebih awal di Lapangan Kebon Agung, Imogiri, Bantul, dan diikuti empat kontingen kabupaten/kota di DIY, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Kulonprogo.
Dalam pelaksanaannya, perlombaan mempertandingkan tiga nomor, yaitu layangan kreasi dua dimensi, layangan kreasi tiga dimensi, serta layangan train naga. Ketiga nomor tersebut menghadirkan persaingan ketat antarkontingen yang menampilkan kreativitas sekaligus kemampuan teknis para pegiat olahraga layang-layang.
Medali emas pertama untuk Sleman diraih pada nomor layangan kreasi dua dimensi melalui pasangan pegiat Wardah/Dendy. Keduanya tampil unggul dan berhasil mengumpulkan nilai terbaik dari dewan juri, mengalahkan pasangan Ergi/M Azzam dari Bantul yang menempati posisi kedua. Sementara satu pegiat lain asal Sleman, Rafif, melengkapi podium dengan raihan medali perunggu.
Dominasi Sleman berlanjut pada nomor layangan kreasi tiga dimensi. Pasangan Ibnu Alwan/Jupriyanto tampil impresif dan kembali mempersembahkan medali emas bagi kontingennya. Posisi kedua ditempati pasangan Bagas/Subhan dari Bantul, sedangkan medali perunggu diraih Widodo/Darminto dari Kota Yogyakarta.
Sementara itu, persaingan pada nomor train naga berlangsung tidak kalah menarik. Nomor ini akhirnya dimenangkan kontingen Kulonprogo melalui pasangan Desta/Rizal yang berhasil memperoleh nilai tertinggi dari tim juri yang dipimpin Aji Panular Sejati.
Pasangan asal Kulonprogo tersebut sukses mengungguli pasangan Rafif Aulia/Haqqun dari Sleman yang meraih medali perak serta pasangan Danisa/Achsan dari Bantul yang harus puas membawa pulang medali perunggu.
Ketua KORMI DIY, Drs R Kadarmanta Baskara Aji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran Inorga Pelangi yang telah menyelenggarakan perlombaan lebih awal dengan tetap menjaga kualitas pelaksanaan.
Menurutnya, olahraga layang-layang memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai olahraga masyarakat yang tidak hanya mengedepankan rekreasi, tetapi juga prestasi.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pegiat yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk terus mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga layang-layang di DIY. Selama ini Pelangi juga sudah menunjukkan kiprah yang baik di tingkat nasional, baik dalam ajang Fornas maupun berbagai kejuaraan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Inorga Pelangi DIY, Markus Purnomo Adi, menjelaskan bahwa keputusan menggelar perlombaan lebih awal dilakukan karena adanya agenda lain yang harus diikuti oleh pegiat Pelangi DIY.
Ia mengatakan, pada pekan depan kontingen Pelangi DIY dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Layang-layang Internasional di Purworejo, sehingga jadwal pertandingan Forda perlu disesuaikan.
“Karena waktunya bersamaan dengan agenda kejuaraan internasional, maka pelaksanaan Forda untuk Inorga Pelangi kami ajukan lebih awal sebelum pembukaan resmi. Namun hal ini tidak mengurangi semangat para pegiat untuk tetap memberikan penampilan terbaik,” jelasnya.
Hasil awal dari Inorga Pelangi ini sekaligus menjadi pembuka persaingan perolehan medali antar kontingen pada Forda II DIY 2026. Dengan raihan dua emas sejak pertandingan awal, Kabupaten Sleman sementara membuka peluang untuk menjadi salah satu kekuatan utama dalam perolehan medali pada ajang olahraga masyarakat terbesar di DIY tersebut.
